Showing posts with label artikel kesehatan. Show all posts
Showing posts with label artikel kesehatan. Show all posts

Thursday, December 20, 2018

Radang Telinga Tengah Pencetus Panas Tak Juga Turun

Mengalami radang telinga tengah tentu sangat mengganggu. Apalagi peradangan yang terjadi pada selaput lendir yaitu di celah/ruang telinga tengah ini sering dialami oleh anak-anak. 

Rasa tak nyaman di telinga membuat anak-anak mudah rewel, apalagi dibarengi dengan panas yang tidak juga turun. "Kondisi ini merupakan keadaan emergency pada anak," demikian diungkapkan Dr Yuslam Samihardja Sp.THT dari RS Columbia Asia Semarang.

Apabila tidak segera mendapat penanganan yang cepat selain bisa terjadi komplikasi pada otak, keterlambatan penanganan juga bisa menyebabkan munculnya penyakit kronik telinga (otitis media kronik) atau yang sering disebut dengan kopok, atau congek. Di mana telinga selalu mengeluarkan cairan berwarna hijau dan berbau. "Penyakit ini relatif sulit disembuhkan," imbuh Dr Yuslam.

Penyakit ini sebagian besar sebagai penyulit (komplikasi) atau kelanjutan dari ISPA (Infeksi Saluran Pencernaan Akut). ISPA yang tidak ditangani secara cepat dan tepat akan menimbulkan komplikasi menjadi otitis media akut dengan gejala dan tanda anak rewel, sakit telinga yang cukup hebat dan panas yang tinggi.

"Inilah alasan utama banyak dokter anak lalu mengkonsulkan pasiennya ke Dokter Spesialis THT," jelas Dr Yuslam.

Sebagai penyebab panas tinggi dan sulit turun pada anak, otitis media akut memang bukan satu-satunya penyebab. Bisa saja terjadi karena radang kandung kemih. Tetapi pada kenyataannya otitis media akut inilah yang menjadi penyebab tersering panas tinggi pada anak yang berbarengan dengan ISPA yang tidak sembuh dengan pengobatan.

"Otitis media akut juga bisa terjadi pada orang dewasa, tetapi tidak sesering pada anak-anak. Hal ini disebabkan karena struktur anatomi, daya tahan tubuh (Imunitas), kesadaran yang berbeda antara anak-anak dan dewasa," ungkap Dr Yuslam.

Untuk mengatasi radang gawat ini, pasien dianjurkan untuk menjalani pengobatan dengan paracentesis. "Paracentesis yaitu pelubangan dengan pisau kecil pada selaput gendang telinga.
"Dengan paracentesis otitis media akut, berikut gejalanya akan segera mereda, panas segera turun, anak menjadi lebih tenang. Di samping itu perlu juga diberikan anti peradangan maupun antibiotik." jelas Dr Yuslam menambahkan.

Thursday, November 29, 2018

Mengenal Cacar Air

Cuaca akhir-akhir ini yang tidak menentu, rentan munculnya berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah penyakit cacar air, yang secara medis disebut varisela.  Umumnya cacar air diderita oleh anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun dan lebih jarang menyerang orang dewasa. Hampir semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi.

Cacar air yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini dapat menular dengan sangat mudah dan cepat. Infeksi virus varisela Zooster, menyebar dari udara melalui saluran pernapasan dan adanya kontak dengan penderita cacar air.

Dr Edwina Winiarti, SpA, dari RS Columbia Asia Semarang, mengatakan, gejala cacar air terbagi menjadi tiga fase. Pertama, fase keluarnya ruam pada tubuh. Pada fase ini biasanya disertai demam, lesu, nyeri kepala, pilek, batuk sakit tenggorokan selama kurun waktu 2-3 hari.

Fase kedua yaitu fase erupsi, yaitu munculnya bintik merah berisi cairan (fesikel) biasanya dimulai dari daerah atas (wajah), kepala menyebar ke seluruh tubuh. Lalu, fase terakhir  yaitu tahap akhir cacar air. Pada tahap ini bintik merah berisi cairan akan pecah dan mengering (koreng)

Apabila anak timbul cacar air, perlukah vaksinasi cacar air untuk mencegah bertambah banyaknya bintik merah di tubuhnya? Dr Edwina menjelaskan bahwa vaksin varisela bekerja untuk mencegah tertular atau terkena cacar air. Apabila sudah terjadi cacar air, maka vaksinasi varisela tidak diperlukan. 

Lalu, bila anak pernah terkena cacar air, apakah perlu divaksinasi cacar air? Diungkapkan Dr Edwina, pemberian vaksin tidak perlu, karena setelah terkena cacar air maka tubuh akan dengan sendirinya membentuk kekebalan tubuh (antibodi) terhadap virus cacar air. Secara teori, anak yang sudah terkena virus varisela, tubuhnya sudah membentuk antibodi, sehingga tidak akan tertular lagi.

Sementara itu, apakah perlu adanya upaya pencegahan penularan virus apabila di dalam rumah atau sekolah ada penderita cacar air? Dr Edwina menjawab, selain menghindarkan anak dari kontak dengan penderita cacar air, upaya pemberian vaksin varisela juga bisa diberikan pada masa 96 jam setelah terkena kontak penderita cacar air. 

Perlu diwaspadai, penularan virus cacar air ini tak terkecuali bisa juga terjadi pada bayi di atas usia satu tahun. "Bayi bisa juga terkena cacar air yang tertular dari ibunya. Untuk itu, sangat dianjurkan pemberian vaksin varisela pada anak umur setahun sampai dengan umur delapan belas tahun. Vaksin diberikan satu kali seumur hidup," jawab Dr Edwina.

Cacar air juga rentan menyerang orang dewasa. Melalui informasi yang berkembang di masyarakat, cacar air pada orang dewasa lebih membahayakan. Itulah kenapa lalu banyak orang tua risau jika selama masa kanak-kanak, buah hati mereka belum terkena cacar air. "Tidak ada masalah apabila selama masa anak-anak belum terkena cacar air, karena kemungkinan tidak ada yang menulari, dan daya tahan tubuh anak bagus," jawab Dr Edwina.

Meski tidak ada penanganan khusus untuk mengobati cacar air, namun perlu diwaspadai jika cacar air timbul disertai komplikasi. Dr Edwina menjelaskan, biasanya pneumonia (sesak napas) dan daya tahan tubuh tidak bagus, maka akan memengaruhi proses penyembuhan cacar air. Apalagi bila ada penyakit sebelumnya misalnya anak dengan penyakit leukimia. Obat-obatan yang diberikan biasanya akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga membuat tubuh rentan terhadap virus. 

Lalu, bagaimana upaya penyembuhan setelah terkena cacar air? Dr Edwina menerangkan, secara umum cacar air akan sembuh dengan sendirinya, tanpa perlu penanganan medis. Penyembuhan cacar air tidak memerlukan pemberian antibiotik, kecuali perlu ada pemberian obat untuk infeksi sekunder pada tubuh. Namun, semua tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing anak.

Ia menandaskan, yang terpenting adalah bagaimana memperbaiki daya tahan tubuh penderita cacar air. Melalui konsumsi makanan yang bergizi, dan istirahat cukup. Obat-obatan juga bisa diberikan untuk keluhan (simptomatik) yang menyertai, misal batuk, pilek, atau demam. Selain itu juga vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Hindari anak menggaruk bintil cacar air karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan menyisakan bekas luka yang dalam (bopeng). Membungkus tangan dengan sarung tangan atau kaus kaki saat tidur juga dapat mencegah garukan, terutama pada anak-anak. Losion, bedak kalamin, atau mengonsumsi chlorphenamine (cocok diminum anak-anak berusia satu tahun atau lebih) juga meringankan gatal-gatal di tubuh. 

Dr Edwina menandaskan bahwa anggapan masyarakat selama ini bahwa penderita cacar air tidak diperbolehkan mandi, adalah salah. Penderita cacar air justru diperbolehkan mandi untuk menghindari gatal yang berlebihan. Karena keringat yang mengandung kuman penyakit justru mencetus munculnya bintik-bintik baru, dan gatal.








Wednesday, November 21, 2018

Asma Bukan Alasan Tak Bisa Hidup Normal

Menjalani hidup dengan asma, tidak perlu khawatir tidak bisa hidup normal. Asma merupakan kondisi yang dapat dikendalikan asalkan pasien menerapkan disiplin terhadap anjuran Dokter, baik dalam hal penanganan, maupun pencegahannya.

Seperti diketahui, asma merupakan penyakit yang hilang timbul. Terjadi radang kronik pada saluran napas, yang disebabkan hipersensitif terhadap sesuatu, misalnya makanan tertentu, kelelahan, terpapar debu/asap, infeksi, dan stres. Akibatnya paru-paru menyempit sehingga menimbulkan batuk sesak. 

"Asma memiliki episode kekambuhan, namun bisa dikendalikan agar tidak sering kambuh," demikian diungkapkan Dr Priyadi Wijanarko, Sp. P, dari RS COlumbia Asia Semarang.

Meski asma tidak bisa sembuh, ditegaskan Dr Priyadi, asal dengan kerjasama yang baik, pasien asma bisa lepas obat. "Kalaupun tidak bisa lepas obat, bisa diobati dengan dosis terkecil, sehingga pasien tetap bisa hidup normal, dan tidak terkena efek samping obat. Jadi di sinilah peran obat bisa menjadi sahabat bagi pasien," ungkap Dr Priyadi gamblang.

Mengendalikan asma dalam jangka panjang adalah tujuan utama dalam pengobatannya, mengingat penyakit ini bisa kambuh kapan saja. Namun, berkembang tanggapan dimasyarakat awam bahwa penggunaan inhaler dalam jangka panjang adalah penanda penyakit asma sudah berat. 

"Semua itu tidak benar. Tiap penderita asma harus dapat menjalani kehidupan secara utuh tanpa dibatasi oleh penyakitnya tersebut. Untuk itu saya menyarankan obat jangka panjang yang kerjanya lokal dengan obat semprot (inhaler). Lagipula obat semprot langsung menuju ke target organ, dosisnya juga jauh lebih kecil seperlima puluhnya, jadi meski diberikan jangka panjang, sangat aman," tandas Dr Priyadi.

Sebagai bentuk pencegahan, bagi penderita asma sangat disarankan untuk mencurigai gejala asma yang timbul lebih dini. Gejala yang memburuk di malam hari bisa mengindikasikan bahwa asma yang dideritanya makin parah dan tidak terkontrol. 

"Ada fase batuk dan sesak, dibarengi dengan mengi yang berulang, yang kebanyakan terjadi pada malam hari. Timbul keluhan batuk setelah olah raga, setelah kontak dengan zat tertentu, biasanya dibarengi sakit flu yang lama. Inilah kenapa pasien asma juga sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin influenza," demikian dijelaskan Dr Priyadi.

Namun, bukan alasan yang tepat, seorang penderita asma tidak boleh terlalu lelah. Selain pengobatan secara benar dan efektif, penderita asma justru sangat dianjurkan untuk tetap berolahraga. 

"Tidak ada masalah untuk berolahraga, selama kondisi tetap dikontrol. Karena berdasarkan penelitian, minimal olah raga seminggu sekali, dan olahraga yang sifatnya aerobik minimal setengah jam akan memperkuat otot-otot napas dan menurunkan risiko asma kambuh," jelasnya.

Selain itu, pemeriksaan kerja paru-paru dengan tes spirometri juga sangat dianjurkan, "alat ini untuk mengukur pengembangan kerja paru-paru, untuk mengetahui apakah ada penyempitan saluran napas," ungkapnya.

Biasanya pasien akan diminta untuk bernapas beberapa kali di dalam mesin tersebut guna mendapatkan data yang konsisten. Ini untuk mengetahui apakah saluran pernapasan pasien terhambat, data yang didapat kemudian dibandingkan dengan pengukuran rata-rata untuk orang-orang seusia pasien tersebut.

Thursday, November 15, 2018

Waspadai Pilek Tak Kunjung Reda, Sinusitis Mengintai

Infeksi sinus atau sinusitis adalah salah satu penyakit yang paling umum di Amerika Serikat. Lebih dari 15 juta kunjungan ke dokter umum disebabkan oleh sinusitis dan menghabiskan biaya sekitar 140 juta dolar hanya untuk pengobatan.

Lalu, apa sebenarnya sinusitis itu? Sinusitis adalah peradangan pada rongga rongga sinus. Rongga sinus sendiri terbagi menjadi empat bagian yaitu frontal (bagian bawah dahi), maxilla (tulang pipi), sphenoid (bagian belakang rongga hidung), dan ethmoid (di antara jembatan hidung dan mata). Keempat rongga tersebut bermuara ke hidung.

"Sinus berperan penting dalam meningkatkan kualitas suara kita (resonansi), karena sinus adalah rongga-rongga di dalam tengkorak yang bermuara di hidung. Selain itu sinus juga berperan dalam meringankan berat kepala kita karena tulang tengkorak menjadi berongga-rongga dan tidak terlalu compact," jelas Dr Henny, Sp THT dari RS Columbia Asia Semarang.

Penyebab dari sinusitis adalah infeksi (virus, kuman, dan jamur) juga alergi (debu rumah, serbuk sari, udara dingin), atau adanya sumbatan (sekat hidung bengkok dan kerang hidung yang besar).

"Jadi pilek sangat terkait dengan sinusitis. Untuk itu, perlu diwaspadai pilek lebih dari lima hari maka harus segera diobati, jika berlanjut maka akan berpotensi terjadinya sinusitis," jelasnya.

Sinusitis terdiri dari dua penyebab yaitu, rinogen (sebab hidung), odontogen (sebab gigi). "Sinus maxilla adalah rongga sinus di dalam pipi, sering akar gigi sampai menuju lantainya, sehingga gigi yang busuk dan bernanah hingga sampai ke akarnya, lalu nanah masuk ke saluran rongga sinus dan keluar ke hidung, menyebabkan ingus berbau sehingga berisiko juga menyebabkan infeksi di mata dan bisa juga sampai ke otak," ungkap Dr Henny. 

Ada sebuah proses ajaib di dalam sinus yang disebut "mucocilliar clearance" dengan bantuan dari silia, yang bentuknya sangat kecil seperti rambut. Mukus dan zat yang tertangkap oleh mukus (debu, kuman, virus) bisa didorong ke tenggorokan kemudian masuk ke lambung dan dimatikan oleh asam lambung.

Sinusitis akut gejalanya menonjol, mulai dari sakit kepala hebat, pilek dan demam, nyeri terasa di wajah sekitar hidung. Dr Henny mengimbau, "segeralah berobat akan sembuh segera, bila tidak segera berobat akan menjadi sinusitis kronis."

Sinusitis kronis memang dimulai dari sinusitis akut yang tidak diobati. Untuk penyembuhan sinusitis kronis kadang obat tidak menyembuhkan, sehingga perlu dioperasi, untuk membersihkan sinus dari lendir pekat dan nanah. Kalau sudah terbentuk polip, operasi dilakukan untuk mengangkat polipnya. 

Konka (kerang hidung) yang besar juga bisa menyebabkan terjadinya sinusitis. Konka yang membesar banyak terjadi pada pilek alergi. Pilek alergi bisa menyebabkan munculnya daging tumbuh yang disebut polip. Konka besar dan polip hidung ini juga bisa menjadi penyebab sinusitis.

Pengecilan konka ada dua cara yaitu dengan memotong konka (konkotomi) atau dengan konka reduksi (pengecilan konka). Konka reduksi adalah operasi mengecilkan konka dengan cara ditusuk dengan alat khusus yang disebut Plasma Coblation. Keuntungan operasi dengan alat ini adalah bloodless operation, sangat berbeda dengan operasi konkotomi yang perlu ditampon karena berdarah-darah.

Bagaimana cara mendiagnosa sinusitis? Diagnosa sinusitis ditelaah oleh dokter berdasarkan keluhan di atas dan berdasarkan pemeriksaan fisik. CT-scan sinus diperlukan sebagai pemeriksaan penunjang. Selanjutnya dokter akan memberikan obat yang sesuai dengan penyebab sinusitisnya. Operasi dilakukan pada sinusitis yang kronis, berulang dan tidak ada perbaikan dengan obat.

Lalu, bagaimana cara mengobati sinusitis? Apabila disebabkan oleh alergi maka harus menghindari penyebab alergi. 80 persen pilek alergi di Indonesia adalah menghirup debu rumah (debu di lantai, di meja, atau di sprei). 

"Maka orang dengan alergi debu sebaiknya meminta bantuan orang lain untuk membersihkan rumah, jangan bersih bersih sendiri."

Apabila sekat hidung bengkok maka harus diluruskan. Apabila penyebab sinusitis karena infeksi, maka diberi antibiotik yang sesuai petunjuk dokter. Sementara, jika disebabkan karena alergi, perlu penghentian terhadap alergen dan minum obat anti alergi, supaya pilek meler dan hidung buntunya tidak berkembang menjadi sinusitis.

Sinusitis yang disebabkan sekat hidung yang bengkok perlu operasi hidung untuk meluruskan sekat bengkoknya. Sinusitis yang disebabkan karena gigi perlu penanganan dokter gigi.

Perlu diwaspadai, apabila sinusitis sudah mencapai ke mata, bisa terjadi oftalmitis. Jika infeksi menyebar ke selaput otak, bisa menyebabkan meningitis. Dua hal inilah komplikasi  berbahaya dari sinusitis.

Namun, dikatakan Dr Henny, komplikasi sinusitis yang paling sering dialami pasien apabila infeksi mencapai paru-paru dan telinga. Perlu juga menjadi perhatian, bila sinusitis dengan gejala batuk terus. Kuman dari hidung, bisa masuk ke dalam paru-paru sehingga pasien berpotensi mengalami sinobronkitis. Biasanya sinusitis sangat mudah menyebabkan telinga bindeng, agak budeg dan berdenging.

Jika gejala tidak berkurang setelah pengobatan antibiotik dan pasien masih mengalami dampak dari sinusitis, bedah sinus endoskopik fungsional (BSEF) akan disarankan. BSEF adalah operasi umum untuk sinusitis. Operasi ini sangat efektif dalam menyembuhkan sinusitis.

Ketika operasi, dokter THT akan memasukkan endoskop ke dalam hidung. Endoskop adalah pipa kecil dengan lensa kamera di ujungnya untuk memperbesar tampilan dari dalam hidung. Pengangkatan polip dan pelebaran muara sinus dilakukan dengan bantuan endoscope. Ini adalah operasi alat canggih yang saat ini sudah sangat sering dilakukan di rumah sakit besar di Indonesia.

Friday, November 09, 2018

Rehab Jantung Pasca Pemasangan Ring

Penyakit jantung kini telah menempati level teratas dari penyebab kematian diseluruh dunia. Hal ini dibuktikan dengan tingkatan presentasi yang tinggi dari nominal pasien yang meninggal karena penyakit jantung ini.

Serangan penyakit ini membutuhkan penanganan yang cukup serius agar pasiennya mendapatkan solusi pengobatan dari penyakit mematikan ini. Salah satu solusi yang kini tengah membooming dikalangan dokter dan kesehatan adalah dengan melakukan operasi pasang ring pada organ jantung di dalam tubuh pasien.

Memasang ring jantung dimaksudkan untuk membuka pembuluh darah koroner dalam jantung supaya jantung dapat kembali menerima asupan darah yang cukup. Namun, menurut Dr. Junita Siusanti, konsultan Kedokteran Fisik & Rehabilitasi. SpKFR., dari RS Columbia Asia, pemasangan ring perlu melihat dari pola hidup masing masing pasien, karena terkadang dibeberapa kasus, ada juga pasien yang terpaksa harus melakukan pemasangan ring ulang.

Kenapa perlu dipasang ring?, Dr Junita menjelaskan, "karena pembuluh darah jantung mengalami penyempitan akibat penimbunan lemak, kolesterol, dan pengerasan. Sehingga perlu dipasangkan ring, yang berfungsi seperti balon (balonning) pada jantung yang akan membuka pembuluh darah koroner, sehingga aliran darah tidak lagi terganggu."

Hal- hal yang harus dilakukan pasca pemasangan ring jantung bagi pasien, yang perlu diperhatikan adalah mempertahankan agar tidak terjadi pemasangan ring ulang atau keadaan menjadi lebih buruk sebelum pemasangan ring. Jadi faktor pencetus terjadinya penyempitan pembuluh darah jantung harus dijaga, misalnya dari pola hidup dan pola makan.

Perubahan pola hidup yang harus dilakukan setelah pemasangan ring, adalah dengan tetap berolahraga. Hanya saja, Dr Junita mengingatkan, porsinya tidak seperti orang normal pada umumnya namun disesuaikan dengan kondisi pasien.

Olahraga sangat disarankan bagi pasien untuk melatih agar otot jantung dalam memompa darah tetap bekerja dengan baik. "Pembuluh darah di samping juga harus tetap dijaga dengan olahraga dan pola hidup sehat di samping menjaga pola makan dan juga menghindari rokok," tambahnya.

Apa terapi jantung yang tepat pasca pemasangan ring? Ini tergantung kondisi masing masing pasien. Dokter harus tetap menyesuaikan dengan kondisi pasien sebelumnya dan membandingkannya dengan kondisi pasien sesudah dipasang ring.

"Ada pasien yang selalu menunda-nunda memasang ring sehingga efek sampingnya jadi melebar. Akhirnya, pemasangan ring harus dilakukan dibeberapa lokasi. Ini tentu jelas berbeda dengan penanganan pada pasien yang sebelum dipasang ring terlihat segar bugar, namun sedikit penurunan kondisi setelah pasang ring."

Perawatan setelah operasi pasang ring jantung ini sangat perlu dilakukan untuk mendukung proses pemulihannya. Sebagai contoh seperti terapi, kontrol serta mengkonsumsi jenis-jenis makanan pendukung yang dianjurkan dalam perawatan pasca operasi.

Para pasien dianjurkan agar memiliki pola makan yang seimbang juga menghindari asupan makanan yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Makanan yang berkolesterol tersebut seperti jeroan atau organ dalam hewan, kambing, sapi, kuning telur, susu dan masih banyak lagi.

Selain itu wajib pula dihindari makanan-makanan yang mengandung natrium dan trigleserida seperti margarin, garam, gula, santan dan minyak goreng. Sedangkan makanan yang menjadi anjuran adalah buah-buahan, minyak zaitun, minyak salmon, sayuran dan gandum.

Hal lain yang diperlukan adalah mengikuti arahan dari dokter tentang terapi dan kontrol yang diperlukan. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan kondisi jantung yang berkesinambungan dan untuk dapat mengetahuinya dengan pasti, sebaiknya pasien tersebut melakukan USG secara rutin pada jantung. Dengan demikian pasien akan mengetahui dan mengikuti anjuran yang aman dengan tujuan segera memiliki keadaan yang membaik.

Sementara itu, rehab jantung sendiri dilakukan dalam beberapa tahap. Meliputi tahap rehab dari rumah sakit, dan di luar rumah sakit. Pada saat rawat inap, oleh dokter, pasien dipastikan sudah menjalani rehab jantungnya. Di mana napas dan paru paru pasien akan disiapkan dan dicek kondisinya sebelum operasi pasang ring.

Setelah pemasangan ring, rehab dilanjutkan. Pada tahap ini, pasien dilatih melakukan sedikit gerakan untuk membantu menunjang kondisi fisiknya lebih baik, apabila sudah diperbolehkan pindah ke ruang perawatan. "Jadi inilah tujuan rehab dilakukan sebelum dipasang ring, adalah untuk mempersiapkan pasien agar kondisi pasien tidak terlalu jatuh sebelum operasi pasang ring dan sesudah dipasang ring, kondisinya jauh lebih baik," tandas Dr Junita.

Pada tahap terapi di ICU pasca pemasangan ring, meliputi latihan gerakan tangan, kaki dan pernapasan. "Setelah mulai pindah ruangan, kita latih pasien untuk berdiri dan berjalan."

Sementara, setelah 3-7 hari perawatan di rumah sakit dan diperbolehkan pulang, terapi di rumah akan masuk ke aerobic exercise. Aerobic exercise untuk pasien jantung meliputi olahraga dengan sepeda statik (ergo cycle), atau bisa dengan lari. Latihan ini dilakukan secara bertahap dengan tujuan untuk melihat kemampuan jantung dan paru-paru pasien.

Kemudian, apakah ada pengaruh dari efek samping pemasangan ring pada jantung, dok? Pengaruhnya jarang sekali ditemukan, yang sering adalah karena faktor dari fungsi ringnya. Hal ini karena tidak terkontrolnya pola hidup dan pola makan sehingga perlu dilakukan pemasangan ring ulang. "Adapun perlu dipasang ring ulang karena fungsi ring yang lama sudah tidak efektif. Di mana tanda-tanda ring harus diganti lagi, adanya keluhan pasien yang merasa lebih cepat lelah dan sesak napas."

Dr Junita kembali menegaskan, rehab jantung tidak berhenti setelah pulang dari rumah sakit, "untuk itu perlu dilakukan terapi olahraga exercise secara kontiyu di bawah pengawasan dokter rehab sampai pasien bisa melakukan aktivitas seperti biasa, bahkan jauh lebih baik dari kondisi sebelum dipasang ring. "

Friday, October 19, 2018

Jangan Abaikan Kebiasaan Mendengkur Saat Tidur


Ketika waktu tidur kita justru terasa melelahkan, maka kita harus waspada. Bisa jadi karena sleep apnea atau henti nafas saat tidur. Sleep apnea ini ditandai dengan dengkur dan terbangun karena seperti tersendak saat tidur. Dengkur terjadi karena adanya struktur dalam saluran napas kita yang bergetar karena aliran udara, biasanya di posisi tersebut terjadi penyempitan. 

Saat tidur, otot-otot tenggorokan menjadi rileks dan lemas. Biasanya pelemasan otot tenggorokan ini tidak berpengaruh pada kebanyakan orang, tapi bagi penderita apnea tidur, otot menjadi terlalu lemas hingga menyebabkan penyempitan atau bahkan menutupi saluran udara. Ini yang lalu kita sebut dengan kebiasaan mendengkur (mengorok).

Meski mendengkur adalah hal biasa yang sering kita alami, namun sesungguhnya mendengkur bukanlah hal normal, bahkan mendengkur bisa memperpendek umur. "Kalau orang mendengkur, maka oksigen dalam darahnya makin tidak senormal orang normal," ungkap Dr Henny Kartikawati, Mkes SpTHT-KL dari RS Columbia Asia Semarang.

Dijelaskan, hambatan pernapasan yang terus menerus karena mendengkur bisa mengakibatkan gangguan jantung, hipertensi, mengantuk di siang hari sehingga saat mengemudi kendaraan bisa membahayakan jiwa, atau bahkan kematian mendadak karena sleep apnea (henti napas saat tidur). 

Untuk menikmati "good night sleep" bagi kita para pendengkur, maka banyak hal yang perlu kita ketahui. Snoring atau mendengkur atau mengorok hanya akan muncul jika ada hambatan aliran pernapasan. Bisa terjadi hambatan di hidung, di mulut dan atau di tenggorok. Tepatnya lokasi mana yang menimbulkan bunyi dan menghambat pernapasan tersebut perlu pemeriksaan lebih lanjut dari dokter spesialis THT.

Pemeriksaannya sangat variatif. Secara pemeriksaan fisik bisa diperkirakan letak hambatan pernafasan misal: Concha hipertrophy (kerang hidung yang besar), tonsil hipertrophy (amandel yang besar), lidah besar, kegemukan (obesitas) akibatnya timbunan lemak di dinding tenggorokpun menebal sehingga rongga aliran nafas menjadi sempit sehingga bisa menghambat pernafasan. Langit langit tenggorok yang kendor dan anak tekak (uvula) yang panjangpun bisa menimbulkan bunyi pada dengkur. 

"Kecapekan bisa menimbulkan dengkur, karena terjadi relaksasi maksimal semua otot, sehingga lidah jatuh ke belakang, membuat lidah menjadi penghalang aliran udara, jelas Dr Henny.

Radang tenggorok kronis, dahak yang selalu ada tiap pagi, mulut kering kerap kali juga disebabkan karena dengkur. Jadi jika dengkurnya tidak disembuhkan maka tenggorokan tidak pernah nyaman.

Amati gaya dengkur pasangan tidur Anda, kalau perlu videokan kemudian berkonsultasilah dengan dokter THT, dokter jantung atau dokter paru. Mereka akan memberikan penjelasan terkait dengkur pasangan Anda. Resiko kesehatan yang bisa muncul akibat dengkur ini, harus dilihat kasus perkasus karena masing-masing pendengkur permasalahannya bisa berbeda-beda dan penangannya juga berbeda-beda. 

Bisa disimpulkan, bahwa obstructive sleep apnea (mengorok yang sampai menghambat aliran napas) adalah penyakit struktur yang hanya bisa diatasi dengan melonggarkan struktur yang menyumbat tadi.

Misal karena kerang hidung besar maka bisa dilakukan tindakan concha reductie atau conchotomy untuk mengecilkannya. Bila yang masalah adalah amandel yang besar maka pengangkatan amandel adalah solusi. Bila kegemukan maka solusinya menguruskan badan. Bila langit-langit dan anak tekak yang kendor solusiya dengan UPPP (uvulo pharyngo palato plasty). Besarnya lidah bisa diatasi dengan operasi tongue base channeling (mengkerutkan basis lidah).

Penanganan dengkur yang sampai menghambat pernafasan ini tidak hanya dengan cara operasi. Penggunaan alat seperti chin retractor, mouth piece tounge device, CPAP (continuous positive airway pressure) adalah pilihan disesuaikan dengan di level mana terjadi hambatan pernafasan pada penderita. Bila cara penggunaan alat-alat bantu tersebut masih belum memberi rasa nyaman pasien dan pasangan tidur, maka tindakan operatif adalah solusi.

Operasi untuk masalah obstuructive sleep apnea saat ini setelah ditemukan teknologi plasma coblation, bukanlah operasi yang berbahaya. Alat plasma coblation ini memiliki triple function pada satu ujung (sucction, controlled ablation, dripping NaCl), akibatnya hasil potongannya bisa dibilang tidak berdarah, tidak terbakar (karena suhunya hanya 40 derajat celcius) dan endingnya terbentuk pengkerutan.

Pengkerutan untuk kerang hidung yang besar, langit langit tenggorok yang kendor dan basis lidah yang besar adalah hal yang kita inginkan untuk memperlebar jalan napas pada kasus dengkur. Dan saat ini di negara maju, alat plasma coblation ini sudah sangat biasa digunakan untuk operasi pengangkatan amandel disebabkan tingkat keamanannya yang tinggi. Operasi UPPP (uvulo pharyngo palato plasty) juga sangat terbantu jika menggunakan alat ini.

* Salah satu artikel kesehatan yang pernah saya tulis untuk keperluan buletin kesehatan RS Columbia Asia Semarang. Menyenangkan kembali mengingat perjalanan menuju ke sana. Meet and greet with the doctor, dan banyak dapat sharing ilmu kesehatan. Next time, semoga akan ada masanya kembali ke sana. Be there done that!