Saya baru saja kembali dari recharge energi. Layaknya baterai yang udah low saya butuh di'recharge' biar tambah semangat.Maklum saja, saya mulai penat dan letih dengan rutinitas kerjaan senin-sabtu dari 8-16.
Tgl 8 Des 2006 saya dan bunda berangkat ke Bogor, demi memenuhi undangan Kakak saya yang memang akan menggelar acara Akikah putra keduanya. Kami naik kereta jumat malam dan tiba sabtu pagi jam 3 subuh di Stasiun Jatinegara, dijemput kakak ipar dan langsung meluncur ke Gunung Putri, Bogor. Betapa senangnya saya melihat Nadya, ponakan saya yang pertama semakin tumbuh besar dan menggemaskan. Tertawanya lepas dengan gigi besar mirip kelinci. Bicaranya tak terlalu jelas..saya pikir itulah bahasa planet Nadya..yang hanya bisa dipahami dirinya sendiri, dan orang lainpun hanya bisa mereka reka kata yang terucap dari bibir mungilnya.
Ponakan saya yang keduapun begitu menggemaskan. Affan Kamal Ramadhan., lahir 21 oktober 2006 yang lalu. Affan makin besar dan montok..padahal usianya juga baru sebulan tapi sudah semakin kelihatan besar dan berat. Tapi sayangnya, ketika saya disana baby ini rewel terus, mungkin karena pilek. Tiap kali menatap matanya yang besar dan melihatnya tersenyum, saya terkesima. Saya jadi ingin cepat cepat punya baby sendiri.
Disana saya tidak hanya recharge energi a.k.a liburan. Saya belajar banyak dari kaka saya, bagaimana merawat baby-nya. Mulai dari menggendongnya, menidurkan bayinya, mengajaknya bercanda, memandikan, memberinya ASI, mengganti juga popoknya ketika Affan mulai pup dan pipis. Melelahkan sekali pastinya. Tiap kali melihat mata kakak saya yang sayu, saya tahu dia pasti lelah. Jam tidurnya otomatis mengikuti jam tidur baby-nya. Hmm..jadi saya akan merasakan seperti ini nantinya :)..tapi biarpun lelah saya yakin orang tua manapun tak akan pernah lelah dan letih memberi kasih sayang dan perhatian kepada anak anaknya.
Saya dan Bunda hanya sebentar di Bogor, tepatnya hanya sehari dua malam saja. Tapi itu sudah cukup membuat saya senang, walopun sempat merasa sedih juga secara ada masalah pribadi yang benar benar di luar dugaan bisa menimpa saya. Tapi saya harus kuat, saya mesti bersabar dan belajar dari cobaan ini. Di tengah kegembiraan keluarga saya, saya mensti mengecap pil pahit atas sesuatu yang saya pilih untuk saya tanggung resikonya.
Alhamdulillah, hari ini saya sudah kembali mendapatkan 'energi' untuk bangkit kembali dari keterpurukan. Jadi sekarang saya siap untuk kembali bergabung dengan kalian semua..*hugs*
Tgl 8 Des 2006 saya dan bunda berangkat ke Bogor, demi memenuhi undangan Kakak saya yang memang akan menggelar acara Akikah putra keduanya. Kami naik kereta jumat malam dan tiba sabtu pagi jam 3 subuh di Stasiun Jatinegara, dijemput kakak ipar dan langsung meluncur ke Gunung Putri, Bogor. Betapa senangnya saya melihat Nadya, ponakan saya yang pertama semakin tumbuh besar dan menggemaskan. Tertawanya lepas dengan gigi besar mirip kelinci. Bicaranya tak terlalu jelas..saya pikir itulah bahasa planet Nadya..yang hanya bisa dipahami dirinya sendiri, dan orang lainpun hanya bisa mereka reka kata yang terucap dari bibir mungilnya.
Ponakan saya yang keduapun begitu menggemaskan. Affan Kamal Ramadhan., lahir 21 oktober 2006 yang lalu. Affan makin besar dan montok..padahal usianya juga baru sebulan tapi sudah semakin kelihatan besar dan berat. Tapi sayangnya, ketika saya disana baby ini rewel terus, mungkin karena pilek. Tiap kali menatap matanya yang besar dan melihatnya tersenyum, saya terkesima. Saya jadi ingin cepat cepat punya baby sendiri.
Disana saya tidak hanya recharge energi a.k.a liburan. Saya belajar banyak dari kaka saya, bagaimana merawat baby-nya. Mulai dari menggendongnya, menidurkan bayinya, mengajaknya bercanda, memandikan, memberinya ASI, mengganti juga popoknya ketika Affan mulai pup dan pipis. Melelahkan sekali pastinya. Tiap kali melihat mata kakak saya yang sayu, saya tahu dia pasti lelah. Jam tidurnya otomatis mengikuti jam tidur baby-nya. Hmm..jadi saya akan merasakan seperti ini nantinya :)..tapi biarpun lelah saya yakin orang tua manapun tak akan pernah lelah dan letih memberi kasih sayang dan perhatian kepada anak anaknya.
Saya dan Bunda hanya sebentar di Bogor, tepatnya hanya sehari dua malam saja. Tapi itu sudah cukup membuat saya senang, walopun sempat merasa sedih juga secara ada masalah pribadi yang benar benar di luar dugaan bisa menimpa saya. Tapi saya harus kuat, saya mesti bersabar dan belajar dari cobaan ini. Di tengah kegembiraan keluarga saya, saya mensti mengecap pil pahit atas sesuatu yang saya pilih untuk saya tanggung resikonya.
Alhamdulillah, hari ini saya sudah kembali mendapatkan 'energi' untuk bangkit kembali dari keterpurukan. Jadi sekarang saya siap untuk kembali bergabung dengan kalian semua..*hugs*